Mengenal Kecerdasan Emosional

Kita sering merasakan emosi tertentu dalam diri yang mendorong untuk bertindak. Peran kecerdasan emosional sangat penting agar kita tidak melakukan ti

Kita sering merasakan emosi tertentu dalam diri yang mendorong untuk bertindak. Peran kecerdasan emosional sangat penting agar kita tidak melakukan tindakan yang negatif.

KALI ini saya ingin berbagi tentang emotional intelligence atau kecerdasan emosional. Sebuah kemampuan yang sebenarnya harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Bukankah kita semua adalah pemimpin? Jadi setidaknya kecerdasan emosional penting untuk dipahami. Minimal emosi yang muncul dalam diri kita yang kadang tidak disadari.

Baiklah, materi emotional intelligence ini saya rangkum dari kelas pemimpin.id dan juga kelas di Skill Academy Ruang Guru. Sebenarnya sudah lama. Waktu awal-awal pandemi saya mengikuti dua kelas tersebut.

Emotional Intelligence pertama kali dipopulerkan oleh Daniel Goleman pada tahun 1995. 

Menurutnya, Emotional Intelligence merupakan kemampuan seseorang untuk memantau dan mengendalikan perasaan serta emosi diri dan orang lain. Lalu menggunakan informasi ini untuk memandu pikiran dan tindakan.

Daniel Goleman membagi area kecerdasan emotional intelligence menjadi lima bagian.

Pertama adalah self-awareness yakni kemampuan untuk memperhatikan emosi diri sendiri dengan melibatkan pengamatan dan pengalaman.

Cara mengelola self awareness yakni dengan membuat waktu untuk diri sendiri, mindfulness, juga membuat jurnal atau catatan pribadi.

Kedua self-regulation yakni kemampuan mengelola emosi yang dimiliki untuk mengeluarkan aksi dan perilaku yang sesuai.

Ketiga internal motivation yakni mengambil keputusan dengan motivasi dari dalam diri, tidak tergantung pada motivasi eksternal.

Keempat social awareness (empathy) yakni kemampuan menyadari dan memahami perasaan orang lain sehingga mampu merespon ornag lain dengan lebih baik.

Kelima social regulation (social skills) yakni kemampuan mengelola emosi untuk membangun hubungan sosial yang kuat dengan sekitar.

Selanjutnya mari kita mengenal dan menganalisa emosi. Paul Ekman, seorang psikolog membagi enam emosi dasar manusia yakni bahagia, sedih, takut, marah, jijik, dan terkejut.

Proses mengelola emosi

Seseorang menerima emosi tertentu yang bersifat positif, netral, dan negatif. Kemudian otak mengambil alih sinyal emosi tersebut.

Selanjutnya menimbulkan reaksi terhadap informasi yang diterima.

Secara biologis, terdapat suatu bagian tubuh yang berperan untuk merespons emosi yang dinilai berbahaya yaitu amigdala.

Amigdala adalah bagian otak yang berfungsi untuk mengelola ancaman dan memunculkan refleks perlindungan diri serta berperan sebagai pencetus timbulnya respon 3F.

1. Flight

Flight adalah kondisi ketika seseorang menerima informasi atau berada di sebuah keadaan yang memberikan rasa tidak nyaman. Ditunjukkan dengan respons melarikan diri atau meninggalkan keadaan tersebut.

Ciri-cirinya seperti gelisah, tangan atau kaki gemetar, gerakan kaki tanpa sadar, ukuran mata yang melebar, dan intensitas aktivitas berat yang meningkat seperti olahraga.

2. Fight

Fight adalah kondisi ketika seseorang menerima informasi tertentu dan otak menangkap sinyal bahwa informasi tersebut bersifat mengancam. Ditunjukkan dengan respons melawan kondisi tersebut.

Fight ditandai dengan emosi kemarahan dan beberapa ciri umum seperti menangis, keinginan untuk memukul seseorang atau sesuatu, nada suara meninggi, perut terasa keram dan panas seperti ingin meledak.

3. Freeze

Freeze adalah kondisi ketika seseorang menerima informasi tertentu dan tanpa sadar merasa tidak berdaya untuk melawan ataupun melarikan diri.

Freeze ditandai dengan beberapa ciri seperti rasa tubuh yang dingin seketika atau seperti mati rasa, tubuh kaku, degup jantung terasa berdetak lebih cepat.

Lalu bagaimana cara memahami emosi? Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk memahami emosi.

Pertama adalah kita harus menamai setiap emosi yang terjadi. Kemudian mengamati faktor dan dampak dari emosi tersebut. Serta menulisnya dalam jurnal harian atau bisa juga di blog pribadi.

Namai Emosimu

Emosi bisa membantu memahami faktor penyebab dan dampak yang mengiringinya. Sebelum larut dalam emosi, lebih baik kita diam sejenak untuk merasakan emosi yang muncul.

Refleksikan

Amati faktor dan dampak dari emosi. Apa faktu yang memicu emosi itu muncul. 

Tulis di Jurnal Harian

Ceritakan beragam emosi yang dirasakan sepanjang hari. Deskripsikan secara detail beserta konteks di sekitarnya. Berfungsi sebagai mood tracker atau diary. Mood tracker dengan cara mengevaluasi harimu menggunakan skala.

Selanjutnya adalah cara mengelola emosi.

Untuk mengelola emosi, ada lima hal yang disingkat STOPP.

Stop: berdiamlah sejenak.

Take a breath: Ambil napas perlahan-lahan dan hembuskan.

Observe: Apa yang tengah kamu pikirkan saat ini?

Pull back: Apa yang sedang mengelilingimu?

Practice: Lakukanlah hal yang efektif dan terbaik.

***

DEMIKIAN ulasan tentang kecerdasan emosional. Terimakasih sudah membaca sampai selesai. Silakan tinggalkan jejak di kolom komentar agar kita bisa saling kenal.

Salam,

signature

Bagikan Artikel Ini

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url